Metro

UNM Kawal Revitalisasi 17 SLB di Sulselbar Progres Fisik Tembus 60 Persen

×

UNM Kawal Revitalisasi 17 SLB di Sulselbar Progres Fisik Tembus 60 Persen

Sebarkan artikel ini

Foto (dok)

KABAR-SATU,MAKASSAR — Universitas Negeri Makassar (UNM) memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus melalui pendampingan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.



Sebanyak 17 satuan pendidikan SLB menjadi sasaran pendampingan Tim Pelaksana Swakelola UNM dalam program tersebut. Empat sekolah berada di Sulawesi Barat, masing-masing di Kabupaten Majene, Polewali Mandar, Kota Mamuju, dan Tobadak.

Sementara 13 lainnya tersebar di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, meliputi Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Palopo, Wajo, Soppeng, Sinjai, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Takalar, serta Kota Makassar.

Program tersebut dilaksanakan melalui skema swakelola berdasarkan kerja sama antara Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan UNM.

Hingga Agustus 2026, progres pelaksanaan fisik di 17 satuan pendidikan tersebut tercatat rata-rata sekitar 60 persen. Capaian itu menjadi bagian dari pemantauan berkala yang dilakukan tim pendamping untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku.

Koordinator Tim Pelaksana Swakelola UNM Dr. Drs. Taufiq Natsir, M.Pd. megatakan, pendampingan UNM mencakup pemantauan progres pekerjaan, reviu dokumen perencanaan, verifikasi pelaksanaan fisik, serta pemberian rekomendasi teknis dan administratif terhadap berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan.

Kata Prof Taufiq, Selain aspek pembangunan fisik, tim juga memastikan proses administrasi dan pelaporan berjalan secara tertib. Pertanggungjawaban kegiatan dituangkan dalam laporan periodik setiap bulan, mulai dari tahap awal pekerjaan atau MC-0 hingga penyelesaian pekerjaan pada MC-100.

“Dalam pelaksanaannya, tim pendamping berkoordinasi dengan fasilitator, pihak sekolah, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kendala sekaligus merumuskan langkah penyelesaian sesuai kondisi masing-masing lokasi.”ujarnya Jumat (2/10/2026).

Taufiq menyebut, Penguatan kapasitas pengelola kegiatan di tingkat sekolah juga menjadi bagian dari program. Tim memberikan pendampingan dan pelatihan teknis sederhana terkait pemahaman dokumen perencanaan, penyusunan laporan kemajuan pekerjaan, pengelolaan kegiatan secara swakelola, hingga administrasi keuangan.

Tim turut merekomendasikan agar setiap satuan pendidikan melakukan verifikasi ulang antara gambar rencana dan kondisi eksisting sebelum pekerjaan fisik dimulai. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan perbedaan antara dokumen perencanaan dengan kondisi aktual di lapangan.

Koordinasi tidak hanya dilakukan melalui kunjungan langsung. Tim memanfaatkan pertemuan daring dan komunikasi digital untuk mempercepat penyampaian informasi, klarifikasi teknis, serta penyelesaian persoalan yang muncul selama proses revitalisasi serta bertanggung jawab mengoordinasikan keseluruhan pelaksanaan pendampingan, termasuk supervisi, validasi laporan fasilitator, dan pengendalian kegiatan.

Prof Taufiq nasir mengatakan, melalui pendampingan UNM berperan sebagai mitra bagi satuan pendidikan dalam memastikan revitalisasi berjalan sesuai perencanaan, ketentuan teknis, serta prinsip akuntabilitas.

Ke depan kata dia, intensitas pendampingan teknis, pembinaan administrasi, dan pemantauan progres akan terus diperkuat. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung tersedianya fasilitas SLB yang layak, aman, dan inklusif bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Hen/Adr



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *