Foto (dok)
KABAR-SATU, SOPPENG — Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 menerapkan teknologi sederhana untuk meningkatkan keamanan fasilitas tempat cuci sekaligus pengelolaan limbah air rumah tangga di Kampung Lajarella, Kelurahan Limpomajang, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.
Program tersebut diwujudkan melalui penerapan plat lantai beton dengan tulangan bambu serta pembangunan sistem sanitasi berupa bak penampungan limbah air kotor pada fasilitas tempat cuci rumah panggung. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi risiko genangan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar hunian.
Ketua tim pengabdian, Dr. Drs. Sulaiman Zhiddiq, M.Si., mengatakan, program tersebut dilatarbelakangi kondisi sejumlah fasilitas tempat cuci pada rumah panggung yang masih membutuhkan pembenahan, khususnya dalam pengelolaan air bekas aktivitas rumah tangga.
Menurut Sulaiman, pembuangan air yang tidak tertata dapat menimbulkan genangan dan kelembapan serta berdampak terhadap kebersihan lingkungan. Kondisi rumah panggung juga membutuhkan sistem sanitasi yang menyesuaikan karakter konstruksi bangunan dan lingkungan di sekitarnya.
“Karena itu, tim memilih teknologi sederhana yang dapat diterapkan, digunakan, dan dirawat oleh masyarakat,” ujar Sulaiman, Kamis (1/10/2026).
Salah satu inovasi yang diterapkan berupa plat lantai beton dengan tulangan bambu pada area tempat cuci. Penggunaan material tersebut menjadi alternatif konstruksi yang disesuaikan dengan ketersediaan bahan serta kondisi masyarakat.
Selain memperkuat area lantai, tim membangun saluran pembuangan yang terhubung dengan bak penampungan limbah air kotor. Sistem tersebut berfungsi mengarahkan air bekas mencuci sehingga tidak langsung mengalir atau menggenang di sekitar rumah.
“Penerapannya dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing lokasi. Fasilitas tempat cuci dilengkapi area lantai yang diperkuat, saluran air, serta tempat penampungan sehingga lebih mudah digunakan dan dirawat oleh warga,” jelasnya.
Sulaiman menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Keberlanjutan menjadi bagian penting agar fasilitas yang telah dibuat dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Masyarakat diharapkan turut menjaga kebersihan area mencuci, saluran pembuangan, dan bak penampungan sehingga seluruh komponen tetap berfungsi secara optimal. Teknologi yang diperkenalkan juga diharapkan dapat menjadi alternatif solusi sanitasi sederhana bagi rumah panggung lain dengan kondisi lingkungan serupa.
Tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada Universitas Negeri Makassar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) atas dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Apresiasi juga diberikan kepada masyarakat mitra serta seluruh pihak yang ikut mendukung kegiatan.
Kegiatan bertajuk “Penerapan Plat Lantai Beton Tulangan Bambu dan Sanitasi Bak Penampungan Limbah Air Kotor pada Tempat Cuci Rumah Panggung yang Aman Terhadap Kesehatan Lingkungan” itu diketuai Dr. Drs. Sulaiman Zhiddiq, M.Si., bersama anggota Prof. Dr. Gufran Darma Dirawan, M.EMD., dan Muliaty Yantahin, S.T., M.T.
Pelaksanaan program turut melibatkan tiga mahasiswa, yakni Ainun Nisa, Rio Nur Suhada, dan Nur Azizzah.
Hen/Adr
































