Pendididkan

Dari Air Kotor ke Lingkungan Bersih Dosen UNM Bawa Solusi Sanitasi ke Rumah Panggung Soppeng

×

Dari Air Kotor ke Lingkungan Bersih Dosen UNM Bawa Solusi Sanitasi ke Rumah Panggung Soppeng

Sebarkan artikel ini

foto (ist)

KABAR-SATU, SOPPENG — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar menerapkan plat lantai beton bertulang bambu serta sistem sanitasi bak penampungan limbah air kotor pada fasilitas cuci rumah panggung warga Kampung Lajarella, Kelurahan Limpomajang, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan.



Ketua tim pengabdian Dr. Rika Riwayani, S.Pd., M.Hum., menjelaskan, program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi fasilitas sanitasi rumah panggung masyarakat yang dinilai masih jauh dari memadai, terutama pada area tempat cuci dan pengelolaan air limbah.

“Air bekas aktivitas mencuci yang tidak tertata dengan baik dapat mengakibatkan lingkungan menjadi lembap, kotor, dan berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kebersihan serta kesehatan lingkungan,” ujarnya. Jum,at (11/9/2026).

Menurut Rika, penerapan teknologi tersebut dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan langsung warga mitra. Pendekatan ini membuat masyarakat tidak sekadar menjadi pihak penerima manfaat, melainkan turut ambil bagian dalam proses pembangunan sekaligus memahami fungsi setiap fasilitas yang dihadirkan.

“Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut mengikuti proses penerapan dan memahami fungsi dari fasilitas yang dibangun,” tuturnya.

Selama pelaksanaan, tim pengabdian memberikan pendampingan dan arahan teknis secara berkala.

Rika menuturkan, keterlibatan aktif tersebut menjadi bagian krusial dalam alih pengetahuan dan teknologi kepada warga, sehingga mitra memiliki bekal yang cukup untuk mengoperasikan sekaligus merawat fasilitas sanitasi ke depannya.

Ia berharap, inovasi ini mampu memberi dampak nyata bagi warga, khususnya dalam meningkatkan kualitas fasilitas tempat cuci pada hunian panggung. Struktur lantai yang lebih kokoh dipadukan sistem sanitasi yang tertata diharapkan membuat aktivitas mencuci menjadi lebih nyaman dan aman.

Lebih jauh, keberadaan bak penampungan limbah diproyeksikan mengurangi kebiasaan membuang air kotor secara langsung ke lingkungan sekitar rumah. Dengan begitu, program ini tidak semata berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga dan kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Selain aspek teknis, kegiatan ini juga difokuskan pada penguatan kapasitas warga dalam memanfaatkan serta merawat fasilitas yang telah dibangun. Mitra program diharapkan mampu menjaga kebersihan tempat cuci, saluran pembuangan, hingga bak penampungan agar fungsinya tetap optimal dalam jangka panjang.

Rika menegaskan, aspek keberlanjutan menjadi perhatian utama dalam setiap rangkaian kegiatan pengabdian ini.

“Fasilitas yang telah diterapkan diharapkan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang dan menjadi salah satu contoh solusi sanitasi sederhana yang dapat dikembangkan pada rumah panggung lainnya dengan kondisi lingkungan yang serupa,” ujarnya.

Program pengabdian ini diketuai oleh Dr. Rika Riwayani, S.Pd., M.Hum., beranggotakan Dr. Drs. Ir. H. Alimuddin Sa’Ban Miru, M.Pd., dan Dr. Sudiadharma, M.Kes. Kegiatan turut melibatkan tiga mahasiswa, yakni Ainun Nisa, Rio Nur Suhada, dan Nur Azizzah.

Hen/Ay



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page