foto (ist)
KABAR-SATU, SOPPENG — Selama ini urusan gizi dan tumbuh kembang anak hampir selalu dibebankan kepada ibu. Tapi Kabupaten Soppeng kini punya cara pandang berbeda para ayah pun harus turun tangan.
Itulah pesan kuat yang muncul dalam pertemuan antara Bupati Soppeng Suwardi Haseng dan perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Fatmawati, di Kantor Bupati Soppeng, Selasa (9/6/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Sebelumnya, ratusan petugas penyuluh keluarga berencana se-Kabupaten Soppeng baru saja menyelesaikan pelatihan khusus salah satunya tentang bagaimana menggerakkan para ayah agar lebih terlibat dalam merawat dan mendidik anak. Program ini punya nama Gerakan Ayah Teladan Indonesia, atau disingkat (GATI).
Selain Gati para penyuluh juga dibekali cara kerja program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Dua program ini berjalan beriringan dengan satu tujuan memutus mata rantai stunting, kondisi di mana anak gagal tumbuh optimal akibat kekurangan gizi dalam waktu lama.
Yang menarik, para penyuluh kini juga didorong aktif di media sosial. Bukan untuk eksis, tapi untuk menyebarkan informasi kesehatan keluarga kepada masyarakat yang lebih luas.Pasalnya, pesan yang dulu hanya sampai di posyandu, kini bisa menjangkau ribuan orang lewat satu unggahan.
Bupati Suwardi menegaskan, masalah stunting tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian.
“Sinergi dan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci. Bukan hanya soal program, tapi soal bagaimana kita semua bergerak bersama,” ujarnya.
Fatmawati dari BKKBN Sulawesi Selatan menambahkan, para penyuluh adalah ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan keluarga di lapangan. Tanpa mereka program sebagus apapun hanya akan berhenti di atas kertas. Ia berharap kerja sama antara BKKBN dan Pemkab Soppeng terus menguat demi melahirkan keluarga yang sehat dan mandiri sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.
Soppeng sendiri bukan pemain baru dalam isu ini. Tahun lalu, kabupaten ini meraih penghargaan nasional dari Menteri Kependudukan atas dedikasinya menjalankan program pembangunan keluarga sebuah pengakuan yang kini mereka jawab bukan dengan piala, melainkan dengan kerja nyata di lapangan.
Hen./Adr












