dua siswa di duga bolos sekolah dengan. manjat pagar (foto dok)
KABAR-SATU,SOPPENG — Dua siswa SMP Negeri 1 Watansoppeng diduga meninggalkan lingkungan sekolah dengan cara memanjat pagar bagian belakang, tepatnya di area yang berdekatan dengan rumah jabatan Kejaksaan Negeri Soppeng, Senin (30/3/2026).
Peristiwa ini memicu perhatian publik terhadap sistem pengawasan di lingkungan sekolah yang di gandang gandang sebagai sekolaha favorit di bumi La Temmamala.
Fajri salah seorang warga menuturkan, kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi apabila sistem kontrol di sekolah berjalan sebagaimana mestinya. Ia menilai, insiden ini patut diduga berkaitan dengan lemahnya pengawasan internal.
“Kejadian seperti ini tidak mungkin terjadi jika sistem kontrol berjalan baik. Ini patut diduga adanya sikap tutup mata dari pimpinan sekolah dalm. hal ini kepala sekolah terhadap kondisi di lapangan,” ujarnya.
Menurut Fajri, lemahnya pengawasan berpotensi menurunkan wibawa institusi pendidikan di mata masyarakat. Ia menilai, pentingnya kehadiran pimpinan sekolah dalam memastikan disiplin dan ketertiban siswa tetap terjaga.
“Sekolah bisa kehilangan wibawa jika pimpinan tidak hadir secara nyata dalam pengawasan. Jangan sampai ada kesan pembiaran terhadap pelanggaran yang terjadi,” tambahnya.
Ia juga menilai, persoalan ini tidak semata-mata terkait tindakan bolos siswa, melainkan menyangkut tanggung jawab moral dan manajerial pihak sekolah. Jika tidak segera ditangani, menurutnya, dampak yang ditimbulkan bisa lebih luas dan berpotensi mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Soppeng.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Watansoppeng Supruadi belum dapat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut.
Berdasarkan keterangan salah seorang staf sekolah yang bersangkutan tidak berada di tempat saat hendak dimintai klarifikasi.
“Setelah upacara tadi kepala. sekolah keluar karena ada keperluan mendesak dan hingga saat ini belum kembali ke sekolah,” ujarnya.
sekedar diketahui, sebelumnya pernah juga terjadi kasus bullyan yang terjadi di sekolah yang di lengkapi CCTV itu, korban bullyan di duga memngalami patah hidung dan sempat di rawat di RS La Temmamala
hen






























