foto. (ist)
KABAR-SATU,SOPENG — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng Afdal, membawakan ceramah di Masjid Darusalam Watansoppeng, Kamis malam (26/2/2026).
Dalam tausiyahnya, ia secara khusus mengulas substansi Kurikulum Berbasis Cinta serta manfaat strategisnya bagi peserta didik, baik di madrasah maupun di lingkungan pendidikan keagamaan lainnya.
Di hadapan jamaah Afdal menjelaskan, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dirancang sebagai pendekatan pendidikan yang menekankan penguatan nilai spiritual, emosional, dan sosial.
“kurikulum ini bertujuan menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta siswa dan santri kepada Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, ilmu pengetahuan, diri sendiri, sesama manusia, serta lingkungan sekitar.”katanya.
Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Dengan menanamkan nilai cinta dalam proses pembelajaran, peserta didik sekiranya memiliki akhlak yang baik, sikap toleran, serta kepedulian sosial yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari.
Afdal menyebut, mplementasi Kurikulum Berbasis Cinta menjadi bagian dari ikhtiar Kementerian Agama dalam mewujudkan generasi yang berintegritas dan berdaya saing. Pendidikan,
kata dia, harus mampu melahirkan insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional.
Melalui forum keagamaan itu Afdal berharap pemahaman tentang Kurikulum Berbasis Cinta dapat semakin meluas, sehingga sinergi antara lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat dapat terbangun dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Hen/Nis












