Dr.Hj Andi Yuliani Paris,M.Sc (foto int)
KABAR-SATU,WAJO — Anggota Andi Yuliani Paris anggota Komisi VII DPR RI dikabarkan pernah menepuk meja saat rapat kerja bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Aksi itu dilakukan saat memperjuangkan tambahan kuota jaringan gas rumah tangga (jargas) untuk Kabupaten Wajo.
Peristiwa itu terjadi dalam rapat kerja antara Komisi VII DPR RI dan Menteri ESDM. Dalam forum tersebut, Andi Yuliani Paris menyampaikan keberatan karena kuota jargas yang diterima Wajo dinilai tidak sesuai dengan hasil survei kebutuhan yang telah dilakukan sebelumnya.
AYP mnjelaskan, berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan Wajo seharusnya mendapatkan sekitar 5.000 sambungan rumah. Namun realisasi kuota saat itu lebih rendah karena adanya kendala teknis proses tender yang sudah berjalan serta keterbatasan waktu pelaksanaan program pemerintah.
Meski demikian, ia menegaskan akan tetap memperjuangkan penambahan kuota jargas untuk Wajo pada program lanjutan di tahun anggaran berikutnya.
Menurutnya, program jargas sangat penting karena mampu membantu masyarakat memperoleh energi yang lebih murah, aman, dan lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar konvensional.
“Program jaringan gas rumah tangga sendiri merupakan program nasional pemerintah yang terus diperluas.”kaatanya.
Ia menyebut, Program ini bertujuan meningkatkan akses energi bersih bagi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar berbasis minyak dan gas elpiji di berbagai daerah di Indonesia.
**















