Pengumuman tentang sertifikat hilang nomor 5/D1304-20.11/IV/2026







Pengumuman tentang sertifikat hilang nomor 4/D1304-20.11/IV/2026


Metro

Kemenag Soppeng Kukuhkan 150 Agen Moderasi dari MAN  2

×

Kemenag Soppeng Kukuhkan 150 Agen Moderasi dari MAN  2

Sebarkan artikel ini

Foto (ist)

KABAR-SATU,SOPPENG — Sebanyak 150 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Soppeng dinyatakan lulus dalam kegiatan Penguatan Moderasi Beragama yang berlangsung di Aula PKM MAN 2 Soppeng, Rabu (3/9/2025). 

Program ini menjadi langka Kementerian Agama Kabupaten Soppeng dalam membentuk generasi muda yang moderat, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, Afdal.

 Dalam kesempatan itu, ia memperkenalkan istilah baru yang digagasnya, yaitu “Artificial Moderasi”. Konsep ini dimaknai sebagai upaya mengarahkan pola pikir dan sikap generasi muda untuk senantiasa bersikap moderat dalam berbagai aspek kehidupan.

Menurut Afdal,  pentingnya empat pilar utama moderasi beragama yang wajib dikuasai pelajar, yakni Tawassuth (bersikap tengah), Tasamuh (toleransi), Tawazun (seimbang), dan I’tidal (adil dan konsisten). Pilar-pilar tersebut dapat menjadi pedoman dalam membangun karakter siswa yang santun, inklusif, serta mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing.

Hadir sebagai narasumber utama, Ketua II Pokjawas Provinsi Sulawesi Selatan Nurdin yang telah mengantongi sertifikasi Training of Trainer (TOT) Moderasi Beragama. 

Ia menyampaikan materi dengan metode kreatif melalui diskusi interaktif dan permainan edukatif, sehingga peserta dapat memahami nilai-nilai moderasi beragama dengan lebih menyenangkan.

Program ini juga menjadi wujud implementasi Asta Cita Kementerian Agama yang menargetkan seluruh siswa madrasah memahami, menginternalisasi, dan mengamalkan moderasi beragama.

Pada sesi akhir, seluruh siswa menjalani praktik langsung penerapan nilai moderasi, memperkuat pemahaman mereka sebagai agen perdamaian dan toleransi di tengah masyarakat.

Hen/Nis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *