puncak peringatan hari anak nasional kab soppeng (foto ono)
KABAR-SATU, SOPPENG — Bupati Soppeng Suwardi Haseng yang diwakili Sekretaris Daerah (Setda) A. Surahman membuka kegiatan puncak perayaan Hari Anak Nasional (HAN) Kabupaten Soppeng tahun 2025 di Baruga Rumah Jabatan Bupati, Kamis (7/8/2025). Dalam peringatan HAN ke-41 ini, pemerintah daerah menyeruhkan pentingnya menghentikan praktik perkawinan anak untuk mewujudkan impian anak Indonesia.
Setda Andi Surahman yang mewakili Bupati Soppeng menyampaikan, peringatan Hari Anak Nasional ke-41 tahun 2025 bukan sekadar seremonial, melainkan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk menjadikan anak-anak sebagai pusat perhatian.
“Perlindungan anak adalah investasi masa depan. Jika hari ini mereka tumbuh dengan sehat dan merdeka dalam belajar dan berekspresi, maka 20 tahun lagi Indonesia akan dipimpin generasi yang kuat secara karakter dan cemerlang secara akal. Di sinilah peran kita semua orang tua, guru, pemerintah, dan Masyarakat untuk mendampingi mereka,” ujarnya.
Menurut Andi Surahman, anak merupakan tunas bangsa yang harus dijamin pemenuhan hak dan perlindungannya. Namun, berbagai masalah yang menimpa anak-anak saat ini menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan generasi tangguh dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Tantangan yang dihadapi antara lain kekerasan terhadap anak, pelecehan, perkawinan anak, anak berhadapan dengan hukum, dan penyalahgunaan teknologi digital seperti game online dan judi online. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari semua pihak.
Dalam rangka Hari Anak Nasional 2025, Setda menyampaikan pesan yang harus disuarakan bersama: “Stop perkawinan anak, wujudkan impian anak Indonesia.”
Menurutnya, perkawinan anak bukan hanya menghambat pendidikan, tetapi juga merampas hak anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai usianya.
“Masih banyak anak perempuan dan laki-laki di berbagai daerah yang dipaksa menikah di usia belia. Belum sempat mengejar cita-cita, mereka sudah harus memikul beban yang terlalu berat,” tambahnya.
Kegiatan puncak perayaan HAN Kabupaten Soppeng ini sekiranya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi hak-hak anak dan mencegah praktik yang dapat merugikan masa depan generasi penerus bangsa.















