foto (Ist)
KABAR-SATU,SOPPENG — Balai Jasa Konstruksi (BJK) Wilayah VI Makassar bekerja sama dengan Dinas PU Kabupaten Soppeng melaksanakan uji sertifikasi tenaga kerja yang diselenggarakan di ruang gabungan dinas, Jumat (9/5/2025). Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari puluhan peserta yang merupakan perwakilan dari jasa konstruksi, baik kontraktor maupun konsultan, serta masyarakat konstruksi lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Sitti Nurussia menyampaikan, Acara ini sebagai bentuk apresiasi Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng, dari 86 Kabupaten Kota sepulau sulawesi Soppeng termasuk 10 besar yang aktif dalam kegiatan pembinaan jasa konstruksi. Tantangan untuk Pemda Soppeng agar kegiatan pembinaan dan pengawasan jasa konstruksi lebih ditingkatkan lagi dan menjadit terbaik di Sulawesi bahkan Nasional
Ia menuturkan pentingnya sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi.
“Sertifikasi ini bukan hanya sebagai bentuk legalitas formal, tetapi menjadi tolak ukur kualitas, kompetensi, dan daya saing tenaga kerja kita di sektor konstruksi yang sangat dinamis sesuai Undang-Undang No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi,” ujar Nurussiah.
Lebih lanjut, Nurussiah memaparkan data terkini mengenai angkatan kerja di Sulawesi Selatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Februari 2024, jumlah angkatan kerja di Sulawesi Selatan mencapai 4,71 juta orang, dengan 4,48 juta di antaranya telah bekerja. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 4,90%.
“Ini menunjukkan adanya tren positif dalam penyerapan tenaga kerja, termasuk di sektor konstruksi. Namun demikian, tantangan besar masih terletak pada peningkatan keterampilan dan profesionalitas,”katanya.
Nurussiah menjelaskan, jumlah pekerja tetap di perusahaan konstruksi di Sulawesi Selatan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, dengan angka mencapai 24.438 orang pada tahun 2023.
Namun khusus di Kabupaten Soppeng, kondisinya berbeda. Kata dia, secara khusus di Kabupaten Soppeng, jumlah perusahaan konstruksi mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 277 perusahaan konstruksi, menurun dari 309 perusahaan pada tahun 2023 dan 338 perusahaan pada tahun 2022. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan perusahaan berskala kecil, yaitu sebanyak 263 perusahaan.
“Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi menjadi sangat penting untuk mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan sektor ini,”tuturnya.
Sementara itu, Asisten II Andi Nurlina menuturkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jasa konstruksi, khususnya bagi tenaga kerja lokal.
“Pemerintah Daerah akan terus mendorong terciptanya ekosistem pelatihan dan sertifikasi yang berkelanjutan, dengan bekerja sama seluruh pemangku kepentingan, baik Kementerian, lembaga, dunia usaha, maupun lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi sebagai wujud upaya peningkatan dan pengembangan kualifikasi serta kompetensi sumber daya manusia masyarakat Kabupaten Soppeng,” kata Nurlina.
Nurlina juga menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini.
“Kabupaten Soppeng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Soppeng sejak tahun 2019 bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Jasa Konstruksi untuk kolaborasi ini,” sebutnya.
Program sertifikasi tenaga kerja konstruksi ini sekiranya dapat terus berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan daya saing jasa konstruksi di Kabupaten Soppeng khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya.
Hen/Adr












