Foto (dok)
KABAR–SATU,MAKASSAR — Di suatu senja yang terpanggil oleh gemerlapnya sinar mentari yang beranjak melabuhkan diri ke ufuk barat, terjadi suatu detik indah yang mengukir kenangan.
Dalam kehangatan senyuman yang melambai di wajahnya, Supriansa meraih pencapaian yang hampir sempurna. Di panggung kehidupan yang dipenuhi warna-warni cahaya, ia merayakan mahkota ilmu yang diraihnya, sebuah mahkota yang gemerlap dengan predikat tertinggi, Summa Cumlaude.
Pasca Sidang Terbuka dan Pengukuhan Program Doktor Ilmu Hukum di Pascasarjana UMI, Makassar, Supriansa terhanyut dalam kebahagiaan yang mengalir dalam dekapan asmara. Langkahnya yang kokoh dan langit-langit ilmu yang dipeluknya mengisyaratkan sebuah perjalanan yang memeluk riuhnya liku-liku kehidupan.
Dalam momen yang mengguratkan keberhasilan, mantan wakil Bupati Soppeng ini merangkul sang istri dengan penuh cinta dan terima kasih. Bagi Supriansa, keberhasilan yang diraihnya bukanlah hanya miliknya sendiri, melainkan juga milik sosok istri tercintanya Andi Nurul Muliza yang selalu mendukung dan mendoakan setiap langkahnya.
Predikat gemilang, Summa Cumlaude, sebuah karunia yang disematkan untuknya, melambangkan keuletan dan ketekunan yang tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya.
Penghargaan ini bukan sekadar selembar kertas dengan angka-angka yang bersinar, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang membawa Supriansa melangkah menuju puncak kejayaan.
Dalam keindahan senja yang merayakan kejayaan, anak pengembala sapi ini merangkul masa lalu yang terpahat indah, merayakan kemenangan yang diraihnya bersama sang istri.
Di antara riuhnya tepuk tangan dan sorak-sorai kebahagiaan, terukirlah satu kisah indah tentang keberhasilan, cinta, dan kesungguhan. Dan dalam pelukan hangatnya kepada sang istri terdapat cerita tentang perjuangan yang menuntunnya ke arah cahaya, cahaya keberhasilan yang gemerlap di ufuk timur yang menunggu untuk dijemput.
Penulis : Henrik














