Foto (ist)
KABAR-SATU, SOPPENG —-/Kejadian dugaan pengeroyokan yang terjadi di pelataran Masjid Raya di sinyalir melibatkan AS oknum PNS Pemkab Soppeng menjadi Viral di media sosial.
Dalam video berdurasi kurang lebih 4 menit 6 detik AS diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang mahasiswa. Ironisnya, terlihat oknum TNI berdiri di sekitar tanpa memberikan pertolongan.

Kontroversi pun muncul di grup Facebook, dengan netizen memberikan beragam tanggapan. Seperti pada Postingan@ peserta anonim.yang di posting di salah satu grup Facebook memuai beberapa komentar.
Akun @Amriani Aris menyoroti adanya oknum TNI di sekitar TKP. Ia menulis “kalau saya liat yang di pertanyakan ini yang pakai baju dinas TNI kenapa bisa diam saja,namanya kan aparat melindungi Masyarakat, salah tidaknya itu tetap.wajib di lindungi nanti di depan aparat kalau sudah di pertemukan mana yang salah mana yang benar,”
sementara @Haryanto Nonci Yusuf menuliskan, pengeroyokan tersebut tampak direncanakan, dengan oknum TNI turut menyaksikannya tanpa memberikan pertolongan.
“melihat vidio pengeroyokan yang dilakukan oknum ASN ini sudah di rencanakan dan yang lebih.parah di TKP ada seorang okum TNI melihat langsung penganiayaan itu tanpa berusaha menolong korban,”tulisnya.

Menyikapi ha tersebut Dandim 1423/Soppeng, Letkol Inf Sigit Suhendro Hadi, memanggil oknum TNI untuk memberikan klarifikasi.
Menurut Sigit, oknum tersebut tidak melakukan pembiaran dan tidak menyangka akan terjadi pengeroyokan.

“saya sudah panggil menghadap, Jadi infonya sebelumnya korban sudah disuruh pulang namun ga mau, pas kejadian ga menyangka kalo yang baru datang itu langsung memukul, makanya sempat tertegun ga langsung memisahkan, setelah itu mereka langsung di lerai,”jelasnya.
Sekedar diketahui, AS Oknum ASN Pemkab Soppeng diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap remaja berinisial DN (19). Polisi saat ini tengah mengusut kasus ini untuk menegakkan keadilan.
Hen












