Foto (dok)
KABAR-SATU,BOGOR — Kepala Sekolah SMAN 5 Soppeng Dra Fatmawati.M.Pd satu satunya kepala sekolah yang di undang dari Sulawesi selatan di undang dalam kegiatan identifikasi data penggunaan platfom merdeka mengajar (PMM) yang dilaksanakan oleh direktorat SMA kementerian pendidikan dan kebudayaan ristek ,selama tiga hari yang dimulai dari tanggal 29 sd 31 mei di salah satu hotel di Bogor jawa barat.
SMA 5 Soppeng menjadi satu-satunya sekolah di wilayah Sulawesi Selatan yang diundang ke acara ini, karenakan tingkat penggunaan PMM di sekolah tersebut mencapai puncaknya menurut data yang dirilis pada 27 Mei 2023 lalu.
Kata Fatmawati undangan tersebut di dasari oleh keinginan adanya tranformasi pembelajaran di sekolah penggerak. Serta, menganggapnya sebagai sebuah kehormatan bagi SMA 5 Soppeng.
Dikatakannya, tingkat penggunaan PMM yang tinggi di sekolahnya menunjukkan komitmen dan semangat dalam mendukung program PMM serta memperkuat peran SMA 5 Soppeng sebagai lembaga pendidikan yang progresif dan inovatif.
Menurutnya, SMA 5 Soppeng merasa bertanggung jawab untuk memberikan dukungan kepada sekolah lain di Sulawesi Selatan, dengan tujuan mendorong guru dan tenaga pendidik untuk mengaktifkan dan menggunakan Platform Merdeka Mengajar yang merupakan sebuah inisiatif pendidikan yang menghubungkan guru dan siswa secara daring, membantu para pendidik dalam proses belajar mengajar, dan memberikan akses pendidikan berkualitas kepada siswa di seluruh Indonesia.
“Sekolah di Sulawesi Selatan diharapkan dapat memanfaatkan PMM untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, memperkaya materi, dan memberikan peluang yang lebih luas bagi siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan,”Pungkasnya.Sabtu (30/5/2023) melalui 0esan singkat What’s App.
Dengan berpartisipasi aktif dalam program ini, ia berharap dapat membagikan pengalaman dan pengetahuan yang mereka dapatkan kepada sekolah-sekolah lain di wilayah Sulawesi selatan terkhusus di Kabupaten Soppeng.
“Kegiatan identifikasi data penggunaan PMM ini bertujuan untuk memetakan tingkat partisipasi dan penggunaan platform oleh sekolah lain,”ujarnya.
Ia berharap, data tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan para stakeholder pendidikan untuk mengembangkan program dan strategi yang lebih efektif dalam memanfaatkan PMM sebagai sarana pendukung proses pembelajaran di tingkat Nasional.
“Dengan keikutsertaan dalam kegiatan identifikasi ini, kami harap dapat berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Sulawesi Selatan serta menjadi contoh bagi sekolah lainnya. Semoga partisipasi dan upaya kolaboratif antara SMA 5 Soppeng dan sekolah di wilayah Sulsel dapat menghasilkan perubahan positif dalam dunia pendidikan, memberikan akses pendidikan yang lebih baik, dan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing,”jelasnya
“Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah melakukan pendampingan bagi sekolah SMA yang penggunaan PMM nya masih rendah. Tentu sangat diharapkan fasilitasi dati pengawas sekolah, cabang dinas dan kabid SMA dinas provinsi Sul-Sel,”tambahnya.
Hen/Bar














