Oleh : ZH.Nurul Kusumawardhany,S.A.P.,M.Tr.Ap
– Dosen STMIK AMIKA Soppeng
– Ketua LPPM STMIK AMIKA Soppeng
Dalam menjalankan sebuah bisnis, tentu diperlukan manajemen yang baik. Manajemen merupakan proses perencanaan, organisasi hingga mengendalikan kegiatan di dalam sebuah bisnis.berbicara tentang organisasi bisnis, maka yang pertama muncul dalam persepsi kita adalah bahwa organisasi bisnis itu merupakan sebuah wadah untuk melaksanakan berbagai macam kegiatan.
Suatu organisasi bisnis dapat bertahan lama bukan dibentuk oleh suatu manajemen yang hebat, tidak juga oleh orang-orang yang hebat, ataupun sistem, melainkan dibuat dan dirancang oleh suatu nilai-nilai. Budaya Perusahaan (Corporate Culture) selalu menitik beratkan pada bottom up, menggali segala sesuatu mulai dari bawah, bukan dari atas ke bawah (top down), semua orang harus tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan dan diinginkan.
1. Budaya Kerja Organisasi
Keseluruhan kepercayaan (beliefs) dan nilai-nilai (values) yang dimiliki dan tumbuh berkembang dalam suatu organisasi atau perusahaan, menjadi dasar cara berpikir, berperilaku dan bertindak dari seluruh insan organisasi, dan diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Budaya kerja dapat digunakan sebagai motivasi yang efektif dalam pencapaian tujuan sesuai dengan visi dan misi perusahaan.
Adapun budaya kerja yang efektif adalah :
1. Dapat menyatukan cara berpikir, berperilaku dan bertindak seluruh insan organisasi/korporasi
2. Mempermudah dalam penetapan dan implementasi visi, misi, dan strategi dalam korporasi
3. Dapat menciptakan dan meningkatkan kerja sama tim dalam perusahaan serta meminimalkan konflik-konflik internal yang ada.
4. Memperkuat ketahanan dalam menghadapi tekanan-tekanan faktor eksternal perusahaan.
Etos ini yang akan menjadi jiwa yang menyatukan dan juga menjadi semangat bagi seluruh karyawan untuk bersikap dan berpola perilaku yang kurang lebih sama berdasarkan prinsip-prinsip yang dianut perusahaan. Berkembang tidaknya sebuah etos bisnis ditentukan oleh gaya kepemimpinan dalam perusahaan tersebut.
2. Organisasi Bisnis Perusahaan
Organisasi bisnis perusahaan adalah suatu lembaga/organisasi/institusi yang didirikan sesuai aturan hukum yang berlaku, dan adanya orang-orang yang usahanya dikoordinasikan, terdiri dari subsistem yang saling berhubungan, bekerja bersama-sama, sesuai dengan peran dan wewenangnya dalam mencapai tujuan.
3. Karyawan merupakan bagian dari organisasi bisnis
Karyawan atau pekerja merupakan aset perusahaan, sehingga untuk mampu bersaing dalam sumber daya manusianya diperlukan kualitas SDM yang baik. Kualitas SDM yang baik tentunya SDM tersebut harus memiliki kemampuan dan keahlian yang kompeten atau sering disebut dengan Human Resourcces Based On Compentency
Perubahan dunia berpengaruh terhadap organisasi bisnis dan sekaligus terhadap kompetensi karyawan. Karyawan semakin dipandang sebagai aset yang sangat penting dari suatu perusahaan. Semakin banyak tantangan bisnis yang dihadapi perusahaan, maka kedudukan karyawan menjadi semakin sangat strategis. Artinya ketika perusahaan akan menghadapi proses pengubahan atau terlibat dalam menciptakan perubahan, maka karyawan diposisikan sebagai pemain utama perusahaan.
4. Karyawan Sebagai Bagian Organisasi Bisnis
Dalam mengembangkan sebuah strategi bisnisnya suatu perusahaan harus memperkenalkan dan mensosialisasikan strategi tersebut kepada karyawannya. Sehingga mereka dapat mendukung dan bekerja sama untuk mencapai tujuan perusahaan yang akan dicapai dengan menggunakan strategi bisnis ini.
Semakin banyak karyawan yang merasa terlibat dan diajak berperan aktif dalam pengembangan strategi ini, maka akan semakin berhasil perusahaan dalam menanamkan prinsip-prinsipnya.
Gagasan yang berasal dari karyawan yang cukup senior dan beberapa tahun bekerja di perusahaan, lebih dapat diterima dan diimplementasikan.
Oleh karena itu, sangat penting untuk melibatkan karyawan dalam penyusunan rencana program serta mengkomunikasikan secara terbuka kepada mereka mengenai tujuan, kriteria kunci sukses, dan jangka waktu tertentu implementasinya Para karyawan adalah sasaran pertama di perusahaan.
Jika karyawan tahu mengenai berbagai macam produk, jasa, ataupun pelayanan yang harus diberikan kepada pelanggan (customer) hampir dapat dipastikan bahwa mereka akan bekerja dan memiliki kinerja yang baik sesuai dengan tujuan perusahaan yang hendak dicapai dengan berbagai strategi bisnis yang telah disosialisasikan kepada pelanggannya.
5. Tanggung Jawab Perusahaan kepada Karyawan/Pekerja
Di negara-negara yang menganut sistem kapitalis/liberalisme, maka keberadaan perusahaan dipahami, adalah untuk mendapatkan keuntungan ekonomis. Namun demikian, selain mempunyai tujuan untuk memperoleh keuntungan, perusahaan-perusahaan ini juga dituntut untuk memenuhi tanggung jawab sosial tertentu. Berbagai pendapat tentang kepentingan relatif antara profitabilitas dan tanggung jawab sosial ini. Ada pihak yang mendukung pendapat bahwa profitabilitas adalah tujuan utama dari perusahaan dan tanggung jawab sosial yang harus ditanggung hanya yang masuk dalam kerangka yang terkait dengan keberadaan perusahaan tersebut.
6. Manajer Sebagai Pemimpin Organisasi Bisnis
Dalam perusahaan yang baik para manajer memimpin pelaksanaan strategi pelayanan, dengan memberikan penekanan terhadap kepedulian pada pelanggan. Kunci utamanya adalah para manajer perlu menjalin dan menghargai hubungan mereka dengan karyawannya sebagaimana mereka melakukan terhadap para pelanggan.
Riset menunjukkan bahwa para manajer yang sangat berbakat mendapat peringkat yang tinggi.Sebagai suatu entitas ekonomi yang memiliki hubungan formal dengan para karyawan, penyuplai, pembeli, dan lembaga-lembaga pemerintah, maka perusahaan mempunyai tanggung jawab legal untuk melaksanakan berbagai kesepakatan yang tercantum dalam berbagai dokumen kontrak dari keberadaan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan terkait dengan hukum dalam setiap yurisdiksi di mana perusahaan itu melakukan kegiatan.
Kesimpulan
Tanpa Manajemen yang baik organisasi dunia modern masa kini tidak dapat hidup. Disebabkan karena dunia menjadi makin kompleks maka saling ketergantungan makin besar dan makin intensif.
Betapa ketergantungan kita pada organisasi-organisasi akan terlihat apabila organisasi-organisasi tersebut berfungsi tidak baik. Ingat saja situasi yang dihadapi bila terjadi pemogokan atau aksi boikot. Maka, penting sekali kalau kita berusaha agar organisasi berfungsi efisien serta efektif baik untuk masa sekarang maupun untuk masa yang akan datang.
Suatu organisasi tidak akan dapat bertahan jika organisasi itu tidak menerapkan manajemen yang baik di dalamnya Tetapi, tidak baik juga apabila organisasi yang bersangkutan secara membabi buta menyetujui saja tuntutan. Sebaiknya, diusahakan adanya suatu keseimbangan. Keseimbangan demikian dapat diketemukan secara mudah apabila terdapat interaksi yang kontinyu dalam organisasi dengan lingkungan itu. Interaksi demikian harus berupa interaksi pada semua tingkat. (**)












