Camat Marioriwawo Amin saing bersama kades watu toa Andi Nirma serta peserta pelatihan berpose bersama
Dalam kesempatan tersebut, mantan camat Liliriaja ini, menyampaikan kepada seluruh peserta kurus, agar apa yang di dapat selama belajar nantinya bisa di manfaatkan buat diri sendiri, terkhusus bagi masyarakat Watu toa.
” Ini adalah modal buat ibu ibu yang ikut dalam pelatihan ini, semoga nantinya bisa di manfaatkan,”katanya.
Marwa sekalu pemateri mengatakan, selama dilaksanakannya teori dan praktek, para peserta antusias mengikuti semua kegiatan.
Diakunya, dalam kurus menjahit ini, paling utama yang harus dimiliki adalah kemauan untuk belajar mengetahui serta tekun dengan meluangkan waktu.
“Kita berikan teori terlebih dahulu kemudian praktek,”kata guru SMKN 1 watansoppeng ini
Sementara, Kepala Desa Watu toa Andi Nirma menambahkan, sebanyak 20 peserta ikut pelatihan yang di ambil dari masing masing Dusun.
Dimana menurut wanita berhijab ini, kegiatan itu dilakukan selama 10 kali pertemuan dan 8 kali praktek.
Ia berharap kepada seluruh peserta,agar jangan terlalu cepat berpuas diri. Akan tetapi terus belajar dan berusaha untuk lebih baik lagi.
“Teruslah melakukan praktek dengan sabar. Karena, itu modal utama untuk bisa mahir dalam menjahit. Sehingga nantinya bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi keluarga sendiri,”tutupnya.(Hen)












