Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Azis Makmur
KABAR-SATU,SOPPENG — Ketua pgri soppeng Azis makmur membantah jika ada anggota pgri di kabupaten Soppeng yang tak membayar sumbangan terkait dengan pembangunan gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), akan dikeluarkan sebagai anggota.
Menurutnya, jika ada guru yang enggan membayar sumbangan, itu berarti bukan anggota pgri. Dikarenakan, yang mau di bangun ini adalah rumah mereka sendiri.
“jadi harus jelas dulu, apakah dia anggota pgri atau bukan karena selain pgri di soppeng ada juga igi,”katanya , Kamis 13/8/2020)
Disebutkan ya, sumbangan yang telah di keluarkan itu, berdasarkan keputusan rapat bersama pengurus yang di amini oleh anggota.
Meski demikian Azis tak menampik jika dalam rapat pembahasan sumbangan itu semua guru yang tergabung dalam PGRI tak dilibatkan. Pasalnya, disampaikan secara berjenjang.
” jadi tak semua guru hadir dalam rapat. karena, sifatnya berjenjang, dimana cabang sampaikan ke ranting dan ranting meneruskan ke anggota hasil rapat tersebut,”jelasnya.
Sebelumnya diberitakan di salah satu media online, salah satu oknum guru mengatakan, sumbangan yang dipungut tersebut ditentukan berdasarkan kesepakatan beberapa anggota PGRI Soppeng yaitu dengan rincian :
– Pengurus Kabupaten sebesar Rp.1.000.000,-/ orang
– Pengurus cabang sebesar Rp 500.000,-/ orang.
– Pengurus ranting sebesar Rp 250.000,-/ orang.
– Anggota ranting sebesar Rp 200.000,-/ orang.
Total dana yang seharusnya terkumpul diperkirakan sebesar Rp 637.550.000,- ( enam ratus tiga puluh tujuh juta lima ratus lima puluh ribu rupiah ).
Hal tersebut pun dinilai anggota DPRD Soppeng muhammad chandra, bahwa pernyataan ketua pgri yang menyebutkan, kalau tidak mau membayar silahkan keluar saja dari PGRI Soppeng, itu keliru.
“Dan kalau itu keputusan kenapa melanggar putusannya sendiri, yang jelas mengedepankan ke sukarelaan
Perlu diketahui, bahwa kalau itu keputusan pengurus dan anggota maka harus dihadiri seluruh anggota bukan perwakilan,”katanya di kutip dari media kasusta.com.
“Kami selaku anggota DPRD Soppeng sayangkan sikap PGRI yang melakukan pungutan di tengah pandemi, “jelas Chandra,”tambahnya.(**)














