Metro

Dikukuhkan Jadi Guru Besar UNM Prof. Taufiq Natsir Serukan Transformasi Pendidikan Vokasi di Era 4.0

×

Dikukuhkan Jadi Guru Besar UNM Prof. Taufiq Natsir Serukan Transformasi Pendidikan Vokasi di Era 4.0

Sebarkan artikel ini

Prof. Dr. Drs. Taufiq Natsir, M.Pd.,(foto dok)

KABAR-SATU, MAKASSAR — Prof. Dr. Drs. Taufiq Natsir, M.Pd., menekankan pentingnya transformasi pendidikan vokasi teknik konstruksi agar mampu menjawab perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja di era Revolusi Industri 4.0. Hal tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Selasa, 1 September 2026.



Dalam orasinya yang mengangkat tema “Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0: Pendidikan Vokasi Teknik Konstruksi Berbasis Kompetensi dan Karakter”, Prof. Taufiq menilai pendidikan vokasi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan teknis. Lulusan juga harus memiliki karakter kerja, integritas, disiplin, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi serta keterampilan abad ke-21.

Menurutnya, perkembangan industri konstruksi yang semakin dipengaruhi teknologi digital menuntut lembaga pendidikan vokasi melakukan pembaruan sistem pembelajaran. Penguasaan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM), Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Augmented Reality (AR) dinilai semakin penting untuk mempersiapkan tenaga kerja konstruksi yang kompetitif.

“masih terdapat kesenjangan antara kurikulum pendidikan vokasi dan kebutuhan industri konstruksi modern. Pembelajaran di sejumlah lembaga vokasi masih cenderung konvensional dan teoritis, sementara praktik lapangan serta keterlibatan industri belum optimal.”katanya Selasa (1/9/2026). 

Karena itu, ia mendorong pergeseran pola pembelajaran dari school-based learning menuju work-integrated learning atau sistem pembelajaran yang lebih terintegrasi dengan dunia kerja. Menurutnya, industri harus terlibat aktif melalui program magang, praktik kerja lapangan, pengembangan kurikulum, hingga penyediaan pengalaman proyek nyata bagi peserta didik.

Selain kompetensi teknis, penguatan karakter menjadi perhatian penting dalam pendidikan vokasi. Nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, etos kerja, kemampuan bekerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan harus ditempatkan sebagai bagian integral dari kompetensi lulusan, terutama karena pekerjaan konstruksi memiliki tuntutan tinggi terhadap keselamatan, etika profesi dan tanggung jawab sosial.

Prof. Taufiq juga menyoroti perlunya sinergi antara perguruan tinggi, dunia industri dan pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang kuat. Pemerintah dinilai perlu memperkuat dukungan melalui pendanaan, standardisasi kompetensi dan sistem sertifikasi yang terintegrasi, sementara perguruan tinggi dan industri harus memperkuat kerja sama dalam menyiapkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan lapangan.

Ia menegaskan, reformasi pendidikan vokasi teknik konstruksi secara menyeluruh akan memberikan dampak luas bagi pembangunan nasional. Selain menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan berintegritas, transformasi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia, mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Ke depan, Prof. Taufiq mendorong pengembangan pendidikan vokasi yang lebih transdisipliner, kontekstual dan berbasis teknologi. Riset terapan juga perlu diarahkan pada persoalan nyata, seperti efisiensi energi, ketahanan bangunan terhadap bencana, penggunaan material lokal ramah lingkungan serta pengembangan sistem konstruksi modular.

Dalam orasi tersebut, ia turut menekankan pentingnya memperluas jejaring internasional melalui kolaborasi penelitian dan pertukaran keilmuan. Dengan demikian, pendidikan vokasi teknik konstruksi di Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja nasional, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat global.

Pengukuhan tersebut menjadi waktu bagi Prof. Taufiq Natsir untuk menegaskan tekadnya dalam mengembangkan pendidikan vokasi teknik konstruksi yang tidak hanya berorientasi pada kesiapan kerja, tetapi juga pada pembentukan karakter, inovasi teknologi dan pembangunan berkelanjutan.

Di akhir orasinya, Prof. Taufiq menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pimpinan serta sivitas akademika UNM, para guru dan dosen yang telah membentuk perjalanan akademiknya, kolega, keluarga, serta berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan hingga dirinya mencapai jabatan fungsional Guru Besar.

Hen



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *