Daerah

Kades Barae Kenang Sosok Alharhumah Darmina Aktif di Kegiatan Keagamaan

×

Kades Barae Kenang Sosok Alharhumah Darmina Aktif di Kegiatan Keagamaan

Sebarkan artikel ini

Foto (ist)

KABAR-SATU, SOPPENG — Kepala Desa Barae Eka Sakti menyampaikan duka mendalam atas wafatnya jamaah calon haji asal Kabupaten Soppeng Darmina sikki kulasse yang meninggal dunia saat melaksanakan tawaf wajib di Masjidil Haram, Makkah, Kamis (21/5/2026). 

Menurut Eka Sakti, almarhumah  dikenal sebagai pribadi yang ramah, mudah bergaul, serta aktif mengikuti berbagai kegiatan keagamaan di Dusun Pajalesang, Desa Barae, Kecamatan Marioriwawo.

“Almarhumah sangat baik, mudah bergaul, dan aktif dalam kegiatan keagamaan maupun majelis taklim di Dusun Pajalesang,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Ia mengatakan, semasa hidupnya almarhumah juga diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan hipertensi. Meski demikian, almarhumah tetap aktif bersosialisasi dengan warga dan mengikuti kegiatan masyarakat.

Eka Sakti mengaku sangat terpukul saat menerima kabar duka tersebut. Setelah mendapat informasi meninggalnya Darmina Sikki Kulasse, dirinya langsung menghubungi kepala desa dimna anaknya Almarhum 

(Nurul hayati) Red) sedang melaksanakan kegiatan KKN agar segera kembali ke kampung halamaan. 

“Kasihan anaknya, saat menerima kabar duka langsung tak sadarkan diri. Kami sebagai pemerintah desa juga sangat bersedih karena almarhumah dikenal sopan dan aktif dalam kegiatan keagamaan,” tuturnya.

Sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama, warga bersama pemerintah desa berencana menggelar pengajian di Masjid Miftahul Khaer, Jumat malam untuk mendoakan almarhumah.

Sebelumnya diberitakan, jamaah calon haji (CJH) asal Kabupaten Soppeng, Darmina Sikki Kulasse, yang tergabung dalam Kloter 41 Embarkasi Hasanuddin, meninggal dunia saat melaksanakan tawaf wajib di Masjidil Haram, Makkah. 

Almarhumah berasal dari Pajalesang, Desa Barae, Kecamatan Marioriwawo, dilaporkan terjatuh pada putaran ketiga tawaf sekitar pukul 11.00 Waktu Arab Saudi.

Setelah terjatuh dan tidak sadarkan diri, almarhumah sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah almarhumah dimandikan, dikafani, dan dishalatkan di Masjidil Haram. Selanjutnya, proses pemakaman dilakukan di Pemakaman Soraya atau Al Sharaya di pinggiran Kota Makkah.

Proses pengurusan jenazah dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bersama pihak maktab setempat.

Hen/Adr 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *