kepala SRT 64Soppeng Arni Erjilla, S.Pd., M.Pd. (foto dok)
KABAR-SATU,SOPPENG — Kepala Sekolah Rakyat Terintegritas (SRT) 64 Soppeng Arni Erjillah menegaskan, proses penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2026/2027 tidak dilakukan secara terbuka seperti sekolah pada umumnya.
Kebijakan ini khusus ditujukan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan 2, sehingga orang tua diminta menunggu di rumah tanpa perlu melakukan pendaftaran.
Arni menjelaskan, SRT 64 Soppeng tidak membuka jalur pendaftaran umum. Sebaliknya, proses perekrutan dilakukan melalui mekanisme penjangkauan tertutup oleh pemerintah. Artinya, data calon peserta didik sudah tersedia dan pihak terkait akan langsung menghubungi keluarga yang memenuhi kriteria.
“Jadi tidak ada pendaftaran peserta didik baru. Sekolah Rakyat melakukan penjangkauan tertutup oleh pemerintah, dalam arti datanya sudah ada, tinggal dijangkau dan dimintai kesediaannya untuk masuk ke Sekolah Rakyat,” ujar Arni, Jumat (10/4/2026).
Lebih lanjut ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan tidak adanya praktik penitipan dalam proses penerimaan siswa. Seluruh calon peserta didik harus benar-benar berasal dari kelompok desil 1 dan 2 sesuai data resmi.
Data tersebut, kata Erni, berada di bawah kewenangan Dinas Sosial dan dihimpun melalui pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH).
hen/Adr














