foto (ist)
KABAR-SATU, SOPPENG — Program Empower Save the Children yang berjalan selama lima tahun (2020-2025 Red) telah memberikan dampak positif pada perlindungan anak, pemberdayaan pemuda dan perempuan di Kabupaten Soppeng. Program ini berhasil membentuk 153 kelompok Village Savings and Loan Association (VSLA) dengan total tabungan mencapai Rp1,5 miliar yang dimanfaatkan untuk modal usaha, pendidikan anak, dan kebutuhan pertanian.
Agriculture Portfolio Lead Save the Children Indonesia Ihwana Mustafa menyampaikan berbagai capaian yang telah diraih selama program berlangsung. Enam desa telah menetapkan Peraturan Desa (Perdes) Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), yakni Desa Goarie, Congko, Mariorilau, Timusu, Tinco, dan Parenring.
“Terdapat komitmen DRPPA di dua desa yaitu Congko dan Mariorilau, serta pembentukan relawan SAPA dan peningkatan minat dan kapasitas petani muda pada GAP kakao dan kewirausahaan,” ujar Ihwana, Jumat (13/2/2026).
Akumulasi simpanan VSLA mencapai sekitar Rp1,5 miliar dengan 3.304 penerima manfaat langsung. Dana tersebut dimanfaatkan sebagai modal usaha, memenuhi kebutuhan pertanian khususnya coklat, pendidikan anak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Capaian program perlindungan anak di sektor kakao meliputi penguatan kapasitas PATBM, edukasi keluarga petani kakao, serta pelibatan pemuda dalam pencegahan pekerja anak dan pengembangan usaha.
Ihwana mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan membantu program yang dijalankan selama lima tahun.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak terutama Pemerintah Kabupaten Soppeng yang telah banyak membantu, serta berharap agar hasil yang telah dicapai dapat terus dilanjutkan dan memberi manfaat bagi anak dan keluarga di desa,” pungkasnya.
Sebelumnya, Asisten III Kabupaten Andi Ibrahim Harta yang mewakili Bupati Soppeng Suwaardi Haseng menegaskan, meski program Empower berakhir tekad terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak harus terus berlanjut. Hal ini disampaikan saat menutup kegiatan refleksi capaian program Empower Save the Children di salah satu hotel di Kabupaten Soppeng.
“Yang berakhir adalah fase programnya, akan tetapi komitmen kita terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak tidak boleh berakhir,” tutur Ibrahim.
Ibrahim menjelaskan, kegiatan penutupan proyek ini merupakan refleksi atas perjalanan panjang kemitraan yang telah terjalin, sekaligus ruang pembelajaran untuk memperkuat langkah ke depan.
“Program ini telah menjadi bagian penting dalam upaya bersama memperkuat kapasitas masyarakat baik perempuan maupun laki-laki serta komunitas untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak secara optimal,” katanya.
Hen/Akl












