Pendidikan & Budaya

UNM Dorong Inovasi Rumput Laut Pulau Salemo

×

UNM Dorong Inovasi Rumput Laut Pulau Salemo

Sebarkan artikel ini

Foto (ist)

KABAR-SATU. PANGKEP  — Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui DPPM Kemendikti Saintek bekerja sama dengan Pemerintah Desa Mattiro Bombang, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, melaksanakan kegiatan Diseminasi Optimalisasi Produksi Rumput Laut dan Keanekaragaman Kuliner Bahan Baku Rumput Laut di Pulau Salemo, Sabtu dan Ahad (8–9 November 2025).

Kegiatan ini merupakan langkah perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani nelayan lokal melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi produk turunan rumput laut.

Tim pelaksana kegiatan PDB DPPM UNM dipimpin oleh Dr. Drs. Ir. Alimuddin Sa’ban Miru, M.Pd., bersama Prof. Dr. Ir. Darmawang, M.Pd., Dr. Ir. Siti Hadijah, M.P., dan Dr. Ir. Faizal Amir, M.Pd. Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah pakar dari berbagai bidang, di antaranya Prof. Dr. Ir. Bakhrani A. Rauf, M.T., IPU., ASEAN Eng., Prof. Dr. Hamsu A. Gani, M.Pd., Prof. Dr. Ir. Muhammad Yahya, M.Kes., IPU., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Nurlita Pertiwi, M.T., serta beberapa dosen dan peneliti lainnya.

Hadir pula Camat Liukang Tupabbiring Utara, Husni Tamrin, S.E., M.Tr.A.P., Kepala Desa Mattiro Bombang, Hamka, S.Pd., M.Pd., Babinsa, tokoh masyarakat, serta dua kelompok mitra, yaitu kelompok tani nelayan rumput laut yang diketuai Bapak Rijal dan kelompok ibu PKK Mandiri Pulau Salemo yang dipimpin Ibu Hj. Mariana.

Dalam sambutannya, Ketua Pendamping PDB DPPM UNM Dr. Alimuddin Sa’ban Miru menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bentuk tekad perguruan tinggi dalam mendukung masyarakat desa kepulauan agar mampu meningkatkan kualitas hasil olahan rumput laut dengan teknologi efisien dan ramah lingkungan.

“Kami ingin rumput laut tidak hanya dijual mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah yang bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga ibu PKK Mandiri,” ujarnya.

Kegiatan diseminasi tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga pelatihan penerapan teknologi secara langsung kepada dua kelompok mitra. Kelompok tani nelayan mendapatkan pelatihan penggunaan oven pengering rumput laut berbasis solar cell dan listrik PLN yang hemat energi serta pelatihan penggunaan alat pencacah rumput laut.

 Sementara itu, kelompok ibu PKK Mandiri dilatih mengolah tepung rumput laut menjadi berbagai produk kuliner seperti bakso, nugget, barongki, dan keripik doi-doi sebagai peluang usaha baru bagi perempuan pesisir.

Antusiasme masyarakat tampak tinggi. Ketua PKK Mandiri Pulau Salemo, Hj. Mariana, mengungkapkan rasa syukur dan semangat warganya.

“Kami sangat senang bisa belajar, dan rencananya kami akan memproduksi untuk dijual di pasar desa, kabupaten, bahkan secara daring,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua kelompok nelayan Rijal menuturkan, teknologi yang diperkenalkan sangat membantu dalam proses pengeringan rumput laut.

 “Dulu menjemur rumput laut butuh waktu lama dan terganggu cuaca hujan. Sekarang lebih cepat dan hasilnya lebih baik,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, UNM memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat pesisir, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal menuju pembangunan berkelanjutan.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *