Ilustrasi
KABAR- SATU,SOPPENG — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Ariyadin Arif, mengungkapkan apresiasi terhadap study edukasi yang dilakukan Kepala Sekolah SDN 23 Tanete Naharuddin dan para siswa siswinya.
Menurutnya, study tersebut sebagai bentuk aplikasi kurikulum merdeka belajar dimana sudah saatnya para murid untuk diperkenalkan metode belajar edukatif mengenal pengelolaan lingkungan hidup yang sehat.
Serta lanjutnya, pengelolaan sampah organik menjadi kompos dan makanan maggot yang bernilai ekonomis, sehingga dapat merangsang kreatifitas para murid dengan pembelajaran luar kelas (off campus Red)
Dikatakanya, murid SDN 23 Tanete telah berhasil mengenal konsep manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah, memberikan kontribusi penting dalam pemahaman lingkungan sejak usia dini.
Ariyadin Arif, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pertanian, menekankan, kegiatan seperti ini penting untuk membentuk kesadaran lingkungan sejak usia muda. Dengan pemahaman yang diperoleh dari kegiatan tersebut.
“diharapkan nantinya siswa-siswa akan menjadi individu yang memiliki kesadaran diri untuk menjaga kebersihan lingkungan.,’kata Aryadin, Kamis (12/10/2023).
Sebelumnya, para siswa dan siswi SDN 23 Tanete berkunjung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pengoplosan Pasar Sentral Soppeng.
Di sana, mereka berkesempatan melihat proses pengelolaan sampah yang efisien. Mereka juga diberikan penjelasan tentang proses pemisahan dan daur ulang sampah, serta bagaimana sampah dapat diubah menjadi sumber daya yang berguna.
Kepala Sekolah SDN 23 Tanete, Naharuddin, menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pengurangan sampah, daur ulang, dan penggunaan limbah secara bijak.
“Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi inspirasi bagi mereka untuk menjadi agen perubahan dalam upaya pelestarian lingkungan,” pungkasnya.
Hen/Bar












