Pendidikan & Budaya

Memahami Pasar Tradisional dan Pasar Modern Melalui Usaha Pisang Keju di SDN 3 Lemba

136
×

Memahami Pasar Tradisional dan Pasar Modern Melalui Usaha Pisang Keju di SDN 3 Lemba

Sebarkan artikel ini

Foto (ist)

KABAR-SATU,SOPPENG — Setelah berakhirnya Ujian Tengah Semester, proses belajar mengajar di SDN 3 Lemba, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, khususnya bagi kelas 4, belum berakhir. 

Ada periode jeda sebelum Minggu efektivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berikutnya dimulai.

Kelas 4.B SD Negeri 3 Lemba Kabupaten Soppeng mengambil inisiatif yang sangat bermanfaat dengan mengadakan “rekreasi edukasi.” Ini adalah kolaborasi antara lingkungan sekolah dan luar sekolah yang menghibur namun tetap memiliki unsur pembelajaran atau edukatif.

Wali kelas 4.B, Andi Rahmayuddin, S.Pd, mengajak para siswa untuk membuat jajanan sehat, yaitu pisang keju buatan sendiri dengan persyaratan bahan dan perlengkapan yang mereka siapkan sendiri. 

‘Selama kegiatan ini, ada beberapa kolaborasi yang bisa ditemukan, seperti pemahaman tentang “Pasar Tradisional dan Pasar Modern.”kata lelaki yang akrab di sapa Andi Rahman Sulo Mappatappa ini. Senin (2/10/2023)

Mereka mengunjungi Pasar Wijaya untuk pasar tradisional dan Toko Tessiabeng yang menjual bahan bumbu kue lengkap untuk pasar modern. 

Selama kunjungan ini, siswa melakukan berbagai aktivitas seperti pengambilan video, wawancara, pencatatan hasil wawancara, dan dokumentasi dengan narasumber yang berbeda.

Kunjungan ini membantu siswa memahami perbedaan antara pasar tradisional dan pasar modern.

 Di pasar tradisional, siswa dapat berinteraksi langsung dengan penjual dan berpartisipasi dalam negosiasi harga, sementara di pasar modern, mereka menghadapi berbagai produk dengan harga yang sudah tertera.

Setelah menjelajahi lingkungan di luar sekolah, siswa kelas 4B melanjutkan dengan kegiatan kedua,  mengolah hasil belanjaan mereka untuk membuat pisang goreng keju. 

Selain belajar cara membuatnya, mereka juga diajak untuk mempertimbangkan aspek kewirausahaan, seperti memproduksi jajanan ini untuk dijual kepada kelas-kelas lain.

Melalui kegiatan ini, harapannya siswa dapat mengembangkan jiwa kewirausahaan dan karakter Pancasila seperti gotong royong, kreativitas, serta kemampuan untuk mandiri dalam menciptakan produk bernilai jual. Semua kegiatan ini ternyata sangat menyenangkan bagi siswa.

“Diharapkan ke depannya, kegiatan semacam ini akan dinantikan oleh siswa, bukan menjadi sesuatu yang menakutkan, sehingga mereka lebih senang berpartisipasi dalam aktivitas di sekolah. SD Negeri 3 Lemba terus berupaya memberikan terobosan-terobosan baru untuk mencetak generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia,”jelasnya.

**



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *