Metro

Pembagunan Infrastruktur Digenjot Seko-Rampi Jadi Segitiga Emas Pertumbuhan Ekonomi

6
×

Pembagunan Infrastruktur Digenjot Seko-Rampi Jadi Segitiga Emas Pertumbuhan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Bupati Luwu utara Indah Putri Indriani (foto Fb)

KABAR-SATU LUWU UTARA —- Untuk kembali membangun peradaban Seko-Rampi, serta lebih maju dari peradapan lainya, Pemerintah Daerah Luwu Utara terus menggenjot pembagunan infastruktur, serta membuka akses di wilayah tersebut.

Bupati Luwu utara Indah Putri Indriani mengatakan, Luwu Utara sejak terbentuk, oleh Tuhan memang ditakdirkan menjadi melting pot, sebagai tempat pertemuan berbagai kebudayaan.

“Buku La Galigo juga telah mengkonfirmasi kepada kita, betapa masyarakat di Tana Luwu adalah masyarakat yang terbuka; masyarakat informatika dan ini dibuktikan dengan adanya pertemuan peradaban dari barat dan Utara di Seko-Rampi dan telah membentuk peradaban baru,”katanya saat melaunching Buku “Rumah Peradaban Seko dan Rampi” terbitan Balai Arkeologi Sulsel, di Aula La Galigo belum lama ini.

Bupati wanita yang akrab dengan masyarakat ini menyebutkan, Awalnya, upaya pembukaan akses transportasi ke daerah terpencil di seko dan rampi bertujuan, pada pemberian kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau teman-teman peneliti jalan dengan pengetahuan arkeologinya, saya berbekal pengetahuan, semangat menghadirkan negara dan pemberian layanan. Tapi dengan hasil penelitian ini, semangat saya berkali-kali lipat karena ternyata memberikan masa depan pada peradaban masa lampau sekaligus membangun peradaban di Luwu Utara,”kata wanita yang suka blusukan ke daerah terpencil ini.

Wanita berhijab ini menyebutkan, dari hasil riset Balai Arkeologi, diketahui bahwa di Seko usia situs 2500 tahun yang lalu, kemudian di Rampi 1800 tahun. Ini membuktikan bahwa peradaban Seko dan Rampi lebih tua daripada Kerajaan Luwu.

“Kita patut berbangga bahwa di daerah kita ada peradaban yang tua, tidak untuk dibanggakan tapi untuk ditelusuri.

Tapi sambungya, kenapa peradaban tua itu stuck dibanding yang muncul kemudian.

“itu yang menjadi tantangan berikutnya. Yang menarik peradaban Seko dan Rampi mempertemukan banyak peradaban (melting pot),” jelas Indah yang akrab disapa IDP.

Sementara itu Kepala Balai Arkeologi Sulsel, Irfan Mahmud meyakini bahwa Luwu Utara akan maju kebudayaan dan pembangunannya karena dipimpin oleh pemimpin yang memiliki sense tiga dimensi.

“Secara fisik infrastruktur adalah refleksi tiga dimensi pembangunan. Kalau Seko dan Rampi dijaga dalam tiga dimensi tidak menutup kemungkinan akan menjadi segitiga emas pertumbuhan ekonomi. ,”katanya.

Ia berharap dukukgan Sepenuhnya kepada Bupati, untuk mengintensifkan riset dan membumikan hasil riset. Pasalnya, kebudayaan akan menjadi motor pembangunan dan isolasi bukan hambatan untuk berkembang.

Sumber : Portal Luwu UtaraKab. Go.Id




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page