Metro

Kelompok Tani Tak Mampu Lengkapi RDKK, Jatah Pupuk Di Soppeng Berkurang

9
×

Kelompok Tani Tak Mampu Lengkapi RDKK, Jatah Pupuk Di Soppeng Berkurang

Sebarkan artikel ini

Sejumlah kelompok tani saat hearing di DPRD bersama dengan dinas TPHPKP

KABAR-SATU,SOPPPENG —- Jumlah kuota pupuk pada Tahun 2020 di kabupaten Soppeng di kabarkan mengalami peengurangan dari kementerian pertanian.

Berdasarkan data dinas TPHPKP, pengurangan kuota pupuk tersebut sangatklah fantastis. Betapa tidak, dari jumlah kuota pupuk urea di Tahun 2019 soppeng mendapat jatah 15 ribu ton, Sementara Tahun ini, hanya mendapat 10 ribu ton.

Menyikapi hal tersebut, LSM Amanat perjuangan Rakyat (Ampera) Ilyeas Arguna menilai, pengurangan jatah pupuk bersubsidi tersebut, dikarenakan ketidak mampuan sebagian kelompok tani, untuk melengkapi Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Ia menginginkan Kepada Dinas TPHPKP, untuk mengevaluasi secara mendalam, seluruh kelompok tani, jika tidak dilakukan maka akan merugikan petani yang ada di bumi Latemmamala, terkhusus kelompok tani yang bersangkutan.

Dirinya berharap, Jika ada Kelompok Tani tidak mampu mengurus kelompoknya, sebaiknya diganti sesuai mekanisme yang berlaku.

“Hal ini sangat penting karena tentu berdampak pada kurangnya hasil produksi petani dan akan merugi ketika penggunaan pupuk tidak mencukupi,” katanya, Rabu ( 15/1/2020)

Disebutkanya,saat ini pengurus harus paham administrasi dan melek IT. Dikarenakan, kemungkinan masih ada pengurus kelompok tani sekarang yang SDM nya kurang mampu mengikuti perkembangan yang ada saat ini.

Sebelumya, kepala Dinas Tanaman Pangan,Holtikultura,Perkebunan dan Ketahanan pangan (TPHPKP) Fajar juga menyebutkan, penyebab berkurangnya kuota pupuk untuk soppeng, dikarenakan laporan RDKK sejumlah kelompok tani, di Soppeng yang belum lengkap. Meski sejak Tahun lalu di minta agar dilakukan perbaikan. (Hr)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *