Metro

Gelontorkan Rp 131 juta Pada Launching Pilkada, Ini penjelasan KPU

×

Gelontorkan Rp 131 juta Pada Launching Pilkada, Ini penjelasan KPU

Sebarkan artikel ini

KABAR-SATU,SOPPENG — Launching Pilkada Soppeng yang diadakan baru baru ini oleh Komisi Pemilihan Umun (KPU), dinilai beberapa warga sebagai pemborosan anggaran, Serta diduga tak memberi asas manfaat bagi masyarakat khususnya bagi pemilih.

Betapa tidak launching yang memakai uang rakyat sebesar Rp 131 juta itu digelar di resto yang terbilang elit, dimana masyarakat biasa tak mampu menjangkau tempat tersebut.

Menyikapi hal tersebut ketua KPU Soppeng, Muhammad Hasbi hanya bisa menjelaskan terkait teknis. Pasalnya, tak ingin melampaui kewenangan jika berbicara terkait anggaran.

Ia menyebutkan, kegiatan launching pilkada soppeng adalah bagian sosialisasi seremoni, tahapan pilkada yang merupakan kewajiban penyelenggara pilkada, untuk memberi akses informasi, yang merupakan hak masyarakat untuk mengetahui terkait agenda agenda pilkada 2020.

Sementara, sekretaris KPU Mansyur mengatakan untuk launching pilkada itu menelan anggaran Rp 131 juta. Hanya saja ia tak bisa menjelaskan secara detail.

“kalau mau secara detail ke kasubag keuangan,”katanya, Senin (3/2/2020).

Dihubungi terpisah kasubag keuangan KPU Fitriani Aras mengatakan, untuk pagu ketersediaan kebutuhan launching dan maskot memang benar sekitar Rp 131 juta.

Menurutnya, anggaran itu terbagi atas belanja bahan dan belanja non operasional lainnya.

Ia menjelasakan, untuk belanja bahan meliputi pembiayaan ATK,dokumentasi, pembelian seminar kit serta pembelian bahan rapat kepanitiaan dengan anggaran Rp 75 juta.

Sementara sambungnya, untuk belanja non operasional lainnya, dengan ketersediaan anggaran senilai 56 juta, meliputi fasilitas kebutuhan pelaksanaan launching termasuk transpor kepanitian.

“Disini sudah termasuk fasilitas tempat dan aula termasuk sound dan hiburan,”ujarnya.

Meski tak menampik anggaran tersebut cukuplah besar, Namun ia juga mengakui jika anggaran tersebut tidak direalisasikan secara keseluruhan.

“131 juta itu tak mutlak di habiskan, terkait besaran realisasi dengan perkiraan sisa anggaran kurang lebih 10 juta. Namun belum fix karena masih terdapat beberapa belanja bahan dari kegiatan yang masih diproses pembayarannya ,”tutupnya.(Hr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page