Metro

Duka Petugas Permandian Ompo, Dimaki Hingga Ganti Uang Tiket

25
×

Duka Petugas Permandian Ompo, Dimaki Hingga Ganti Uang Tiket

Sebarkan artikel ini

Suasana permandian ompo di libur tahun baru

KABAR-SATU, SOPPENG – Duka ternyata juga sering dialami para Petugas Permandian Ompo dalam menjalankan tugas sehari sehari.

Dimaki hingga harus mengganti uang tiket pengunjung menjadi sedikit pengalaman yang sering dirasakan para petugas ini.

Sinar Alam, Kepala UPTD permandian Ompo dalam wawancaranya, Selasa (1/1/2018) sore, sedikit menceritakan pengalaman ini.

“Terkadang ada pengunjung yang datang ke permandian, kami para petugas biasanya sebelum pengunjung membeli tiket, sudah memberi tahu bahwa kondisi air kolam sekarang seperti ini, kalau jelek kami katakan jelek, kalau bagus kami katakan bagus”

“Sayangnya ada pengunjung yang terkadang sudah diberitahu kondisi air kolam, dan dia juga sudah membeli tiket, begitu masuk dan melihat sendiri, tiba tiba kembali ke petugas dan meminta uang tiketnya dikembalikan, padahal tadi sudah dijelaskan, dan mereka sudah mengiyakan, namun dengan alasan tidak mendengar akhirnya mereka ngotot meminta uang kembali” tutur Sinar.

Alhasil, jika mendapati kejadian yang seperti ini, para petugas permandian ompo menurut Sinar Alam jadi serba salah, tiket tidak bisa ditarik lagi, sementara pengunjung juga ngotot uangnya dikembalikan.

“Mau tidak mau, para petugas inilah yang terkadang harus memakai uang pribadi untuk menutupi uang tiket pengunjung tadi” ungkapnya.

Hal lain, yang juga sering dialami oleh para petugas ini adalah dimarahi oleh para pengunjung.

Menurut Sinar, pengunjung yang seperti ini biasanya adalah pengunjung yang berasal dari luar Soppeng.

“Pernah ada dari Jakarta, dia berkunjung ke sini, namun karena tidak puas dengan fasilitas yang ada, dia kemudian memarahi petugas yang berjaga, sambil mengatakan bagaimana kecewanya dia dengan permandian ompo, yang menurutnya sangat bagus ketika dia membacanya di internet namun jauh dari ekspektasi ketika dia datang langsung”

“Menghadapi kejadian seperti ini, biasanya kami hanya bisa menerima saja, karena memang kondisinya seperti itu, kami tidak bisa membantah, dengan segala kekurangan permandian ompo, inilah yang bisa kami berikan” tuturnya.

Ditambahkan Sinar Alam, saat ini sekitar 20 petugas terus berjaga setiap harinya di permandian Ompo, dengan jam kerja, dimulai pagi hingga sore, setiap hari kecuali Hari jumat.

“Ini juga yang menarik, kami tetap kerja di hari libur, karena di hari liburlah yang paling banyak pengunjung”

“Jadi bisa dikatakan, kami ini kerja hampir tiap hari, kecuali hari jumat tentunya karena di waktu itu permandian harus dibersihkan airnya, dan yang membersihkan ya petugas disini juga” pungkasnya. (id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *