Metro

Bidik PDIP Di Pilkada Muna 2020, Rusman Emba Disebut Tidak Loyal Dengan Partai

13
×

Bidik PDIP Di Pilkada Muna 2020, Rusman Emba Disebut Tidak Loyal Dengan Partai

Sebarkan artikel ini

Bupati muna LM Rusma Emba bersama Bupati muna barat LM Rajiun Tumada saat mendaftar di PDI P

KABAR-SATU, LAWORO —- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, di Kabupaten Muna tinggal beberapa bulan lagi.

Untuk saat ini, partai sudah membuka pendaftaran yang bakal di jadikan kendaraan politiknya di pilkada 2020 mendatang, adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Informasi yang di himpun, sejejak dibukanya pendaftaran pada 7 – 13 September 2019 lalu, beberapa bakal calon (bacalon), ingin memperebutkan PDI-P sebagai kendaran mereka pada pesta lima tahunan ini, mereka diantaranya, LM. Rusman Emba, LM. Rajiun Tumada, Syarifuddin Udu dan Dr. Baharuddin.

Dari empat figur yang ditokohkan tersebut, nama yang sering disebut – sebut bakal mendapatkan partai besutan Megawati Soekarnoputri itu adalah Rusman dan Rajiun.

Dari beberapa nama itu, kader PDI Perjuangan di Kabupaten Muna Barat (Mubar), Muhammad Taufan menilai, Bupati Muna LM.Rusman Emba tidak layak untuk menggunakan pintu PDI Perjuangan di pilkada 2020 nanti.

Pasalnya, kata dia, saat pilkada 2017 di Kabupaten Mubar lalu, jelas dukungan Rusman kepasangsn Ikhsan – Lanika. dimana saat itu kendaraan politik yang digunakan adalah partai Golkar.

“Walaupun sebagai Kader atau ketua Bapilu, loyalitas Berpartainya perlu di pertanyakan. Rusman Emba tidak layak akan mendapatkan pintu PDIP,” kata Taufan, Rabu (2/9/2019).

Ia menyebutkan, pada Pilkada di Muna Barat tahun 2017 lalu, PDIP menjadi salah satu Partai pendukung Rajiun.

“Bukan kah itu suatu sikap penghianatan dalam berpartai. Seharusnya PDIP Juga mempertimbangkan hal itu,karna yang di sebut kader partai harus selalu menunjukan loyalitas dalam berpartai. Kalau seorang kader harusnya dia besarkan partainya,” sindirnya.

Selain itu, kata mantan anggota KPUD Mubar , Salah satu bentuk tolak ukur lainya adalah pada pileg kemarin di Muna.

“Kalau betul kader kenapa Rusman tidak melahirkan unsur pimpinan dari partai PDIP di Muna,” terangnya.(Hr/Al)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *