Hukum & Kriminal

Polisi Nilai Korban Dugaan Pemerkosaan Tak Koperatif

11
×

Polisi Nilai Korban Dugaan Pemerkosaan Tak Koperatif

Sebarkan artikel ini

Ilustrasi

KABAR-SATU, SOPPENG — Polisi terus melakukan penyelidikan terhadap laporan pemerkosaan anak dibawa umur yang melibatkan korban bunga (nama samaran), yang di duga terjadi di salah satu rumah kos.

Kasatreskrim Polres Soppeng AKP Amri mengatakan, kasus tersebut saat ini dalam tahap penyelidikan.

Selain itu menurutnya, Polisi juga sedang melakukan upaya agar yang bersangkutan (korban Red), bisa dilakukan visum forensik di RS Bhayangkara Makassar. Namun, sampai saat ini korban tidak diketahui keberadaannya.

Lanjut ia mengatakan, orang tua korban pun tidak tahu persis, dimana keberadaan anaknya, nomer hand phone yang sebelumnya digunakan pun tidak aktif.

“mengingat korban anak dibawa umur, maka kami juga harus melakukan pemeriksaan psikologi di Makassar,” katanya saat dihubungi Sabtu (27/6/2020).

Ia menyebutkan, penyidik mengalami kendala. Pasalnya, korban sedikit tidak koperatif. Bahkan penyidik mendatangi rumahnya, akan tetapi korban tidak berada di rumahnya.

Disisi lain kata dia, pihak penyidik sulit membuktikan kasus ini, jika pelapor sendiri tidak koperatif, karena ia sendiri tidak kenal dengan pelaku.

“teman wanita yang disebut korban saat peristiwa itu terjadi tidak lagi tinggal di kosan yang disebutkan oleh korban, sehingga penyidik sedang mencari nama yang disebutkan korban dengan petunjuk “pekerjaan” dari rekannya itu, nah jika itupun sulit maka dibutuhkan petunjuk lain dan itu harusnya bisa digali dari korban, maka penting bagi penyidik korban koperatif dalam memberikan keterangan.” Terangnya.

Ia menyebutkan, Lembaga Swadaya Masyarakat yang mendampingi korban, juga diharapkan membantu dalam memberikan pemahaman kepada korban dan keluarganya, agar korban koperatif dan memahami proses pengungkapan yang dilakukan oleh Polisi.

Ia menambahkan, selain adanya Lembaga Swadaya Masyarakat, juga telah siap untuk mendampingi Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlundungan Anak Kabupaten Soppeng.

“hal ini adalah pelayanan yang diberikan oleh negara dan merupakan Standar Operasioanl Prosedur dalam penyelidikan dan penyidikan tindak pidana yang melibatkan perempuan dan anak, tutupnya. (Hr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page