Hukum & Kriminal

Batalkan Bookingan, Pelaku Habisi Nyawa Janda Anak Satu

28
×

Batalkan Bookingan, Pelaku Habisi Nyawa Janda Anak Satu

Sebarkan artikel ini
Indra anugra saputra (20),Barang bukti dan korban Ocha.

KABAR – SATU MAKASSAR, —- Motif atas terbunuhnya Rosalina komala sari alias Ocha (18) karena sakit hati.

Indra anugra saputra (20) warga jalan nipa-nipa perumnas Antang, tega menghabisi nyawa korbanya, dengan 27 tusukan menggunakan sangkur, karna sakit hati.

Janda satu anak itu temukan tewas bersimbah darah oleh salah satu karyawan di wisma Benhill, kamar 209, dengan posisi tengkurap bersimbah darah di atas kasur.

Kasubag Humas Polrestabes Makasaar, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Alex Dareda menngatakan, pelaku menghabisi nyawa korbanya, dengan cara menusuk tubuhnya menggunakan sangkur, dengan 27 tusukan pada perut, leher, pinggang dan tangan.

Kata dia, awalnya pelaku menghubungi korban melalui WhaatsApp, akan membooking korban, dan akan diperkenalkan dengan temannya, selanjutnya menentukan tempat di wisma.Benhil kamar 209 Jalan Toddopuli Raya.

Lanjut Alex menerangkan, korban tiba di Wisma Benhil menggunakan motor Mio Soul warna Hitam Biru DD 4461 VH. Setelah itu, pelaku dan korban bertemu di kamar 209.

Diakuinya, sesampai di kamar wisma, bookingan itu di batalkan. Pasalnya, Korban memdapat pesan melalui whatsApp dari lelaki lain dengan tarif yang lebih tinggi.

“pelaku membatalkan bokingannya, sehingga membuat korban kesal. Pelaku dan korban bertengkar yang pada akhirnya pelaku mencabut sangkurnya, lalu menikam korban.” kata Alex saat di temui, Jum,at (19/4/2019).

Alex menyebutkan , Selain mengamakan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa satu HP Oppo F5 milik korban, Motor Yamaha Mio Soul warna hitam biru Nopol DD 4461 VH (Nopol sudah diganti).

Sebelumnya, tim Jatanras Polrestabes Makassar diback up Resmob Polda Sulsel berhasil melumpuhkan pelaku dengan timah panas, saat dilakukan penangkapan. (Hr/Hj)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *