Lunasi Tunggakan, PDAM Sambung Kembali Meteran Air Rumdis Kejari Takalar

by -316 views

Foto (dok)

KABAR-SATU, TAKALAR, — Petugas Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Takalar akhirnya melakukan penyambungan kembali meteran air enam Rumah Dinas (Rumdis) Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar, Kamis (3/6/2021).

Sebelumnya, keenam Rumdis Kejari Takalar tersebut disegel pihak PDAM Takalar pada tanggal 25 Mei 2021, lantaran menunggak tagihan air sebanyak Rp27 juta.

Kasubag Penagihan PDAM Takalar, Habibi Yahya mengatakan, penyambungan kembali meteran air tersebut dilakukan karena pihak Kejari Takalar telah melunasi tunggakan tagihan yang mencapai Rp27 juta itu.

“Sesuai aturan, setelah tunggakan tagihan dilunasi, kita lakukan penyambungan kembali. Kita berharap, ketaatan pihak Kejari membayar tagihan maupun tunggakan ini bisa diikuti oleh pelanggan PDAM lainnya, agar segera melunasi tagihan airnya. Khususnya pelanggan-pelanggan yang selama ini menunggak pembayaran tagihan airnya,” katanya.

Sementara itu, Kajari Takalar, Salahuddin menegaskan, tagihan khususnya tunggakan air merupakan suatu kewajiban yang harus dibayar, baik pelanggan dari instansi maupun masyarakat umum.

Total tunggakan enam Rumdis tersebut, lanjut dia, sebanyak Rp27 juta. Namun, empat Rumdis bayar didepan, sedangkan dua Rumdis bayar belakangan.

“Tanggal 25 Mei 2021 disegel, kita langsung bayar pada 26 Mei 2021. Alhamdulillah, ketaatan kita (Kejari Takalar) ini langsung diikuti oleh masyarakat dan instansi dengan membayar tunggakannya, jumlahnya Rp500 juta. Termasuk dua instansi vertikal ikut melunasi tunggakannya, dibarengi Rumdis dari instansi Pemda Takalar,” ujarnya.

“Ada yang bayar langsung, ada yang lewat Jaksa Pengacara Negara. Ada juga yang masih dalam tahap negosiasi antara Jaksa Pengacara Negara dengan masyarakat, karena sebagian dari mereka minta keringanan untuk menyicil pembayarannya, kita berikan sebagai bentuk rasa kemanusiaan. Apalagi, di masa pandemi saat ini, kondisi ekonomi masyarakat menurun,” lanjutnya.

Mantan Kasi Penkum Kejati Sulsel mengatakan, dalam penagihan ini, Jaksa Pengacara Negara bertindak sebagai perantara PDAM untuk melakukan penagihan. Olehnya itu, ia berharap masyarakat agar taat terhadap kewajibannya membayar tagihan tepat waktu.

“Karena kalau tiga bulan tidak membayar, pasti disegel. Kita targetkan satu bulan ini bisa terealisasikan Rp1 miliar, dari total tunggakan Rp3 miliar mulai tahun 2017 hingga 2021 ini,” pungkasnya.(Rif)